Manfaat Internet bagi Guru

Guru  adalah  seorang  pendidik  yang  berusaha  untuk mentransfer, memfasilitasi, dan membimbing peserta didiknya untuk menguasi  berbagai  kompetensi  yang  diharapkan.  Orientasi  akhir  proses  pendidikan  ini  adalah  perubahan perilaku peserta didik menjadi sosok manusia yang utuh, dilihat dari  fisik,  psikis,  sosial,  religi  dan  budayanya. Keberhasilan sebuah pendidikan akan dipengaruhi/ditentukan oleh banyak faktor yang salah satunya adalah penggunaan berbagai sumber dan media pembelajaran yang mendukung proses pendidikan, sehingga proses tersebut akan berjalan dengan baik, bermakna dan memadai.

Sumber dan media pembelajaran dalam dunia pendidikan saat  ini  dapat  dikategorikan mudah  untuk  didapatkan  oleh seorang guru, siswa, dan masyarakat umum. Tingkat kemudahan untuk mendapatkan berbagai sumber dan media pembelajaran berbeda-beda sebagaimana perbedaan setiap orang dilihat dari sejauh mana akses orang tersebut ke toko buku, perpustakaan, dan internet. Dari ketiga itu, yang paling kaya dalam media dan sumber pembelajaran adalah mereka yang lebih terampil dalam menggunakan internet, karena dengan internet seorang guru akan memperoleh manfaat  diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Akses Informasi

Adanya Internet memungkinkan setiap orang untuk dapat mengakses sumber informasi  yang  dibutuhkan. Dengan  kata lain, masalah akses semestinya bukan menjadi masalah lagi apabila guru dalam proses pembelajarannya menggunakan internet sebagai sumber dan media pembelajarannya. Proses pembelajaran yang menggunakan internet sebagai media dan sumber pembelajaran tidak selalu siswa itu harus berada di depan komputer ketika berada di kelas. Penggunaan internet sebagai media dan sumber pembelajaran menunjukkan bahwa guru dan siswa menggunakan internet sebagai bagian dari  interaksi  edukatif  yang  dijalaninya.  Proses  ini  dapat digambarkan sebagai penggunaan email untuk konsultasi dan penyerahan  tugas,  browsing  berbagai materi/bahan ajar,  penggunaan  fasilitas web  dan  blog  untuk  proses pebelajaran.

Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat luas. Bidang apa pun yang digeluti dalam pembelajaran, pasti ada informasinya di internet. Contoh sumber informasi yang tersedia secara online terkait dunia pendidikan, antara lain Digital Library, Online Journals, dan Online Courses. Digital library merupakan sebuah dunia maya yang berisi mengenai  semua  informasi,  seperti  buku-buku,  hasil penelitian, kamus, dan semua  informasi yang selayaknya ada  di  perpustakaan  konvensional. Digital  library  jauh lebih lengkap, jauh lebih mudah untuk diakses, dan jauh lebih cepat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Online  journals merupakan  sebuah  dunia maya  yang menampilkan berbagai jurnal elektronik yang dapat diakses dengan mudah,  cepat,  up  to  date,  dan  lebih  lengkap. Online courses adalah sejumlah kursus-kursus atau proses pembelajaran  yang  ditawarkan  secara  langsung  kepada masyarakat  atau  dilangsungkan  dalam  suatu  komunitas pembelajaran  dengan menggunakan  internet. Dalam  hal ini antara peserta didik dengan gurunya dan antar peserta didik  tidak  bertemu  tatap muka  secara  langsung,  tetapi dilangsungkan melalui perantara  internet.  Interaksi dapat dilakukan pada waktu yang berbeda namun tetap memiliki batasan waktu.  Interakasi  juga  tidak melibatkan  kontak mata secara langsung, tetapi dapat juga melibatkan kontak mata jika tersedia fasilitas webcam dalam komputer yang digunakannya.

2. Akses ke Pakar
Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinan seorang peserta didik berkomunikasi dengan pakar di tempat lain. Seorang peserta didik di Makassar dapat berkonsultasi dengan gurunya di Bandung atau bahkan di Palo Alto, Amerika Serikat. Peserta didik dan guru pun terbuka untuk berkonsultasi dan berinteraksi dengan berbagai pihak atau pakar dalam bidang tertentu terkait dengan pendidikan yang sedang dijalaninya. Akses ke pakar ini dapat dilakukan melalui media email atau komunikasi langsung melalui perantara webcam. Dengan demikian, tingkat kecepatan mendapatkan respon, keluasan akses  kepada  berbagai  pihak,  dan  kemudahan  untuk mencari pakar dapat lebih bermutu dibandingkan melalui cara konvensional. Cara konvesional yang dimaksud adalah bertemu langsung, mendatangi tempat kerja nara sumber/pakar, melalui surat-menyurat konvensional, dan tatap muka di kelas. Tatap muka dianggap kurang efektif, karena untuk tatap muka ada jam-jam tertentu yang telah ditentukan untuk setiap minggunya,  sedangkan melalui  internet,  interaksi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

3. Media Kerja Sama
Internet juga bermanfaat untuk mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait dengan sekolah dan guru. Melalui internet, kolaborasi atau kerja sama antara pihak-pihak yang  terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan lebih mudah, efisien, dan lebih murah. Kerja sama  dapat  berupa  kerja  sama  dalam  bentuk  penelitian, bea  siswa guru atau  siswa untuk pendidikan, pendanaan suatu program tertentu, dan acara sosial. Misalnya, sekolah akan mengadakan “program sekolah hijau”. Sekolah dapat melayangkan  kerja  sama melalui  email  kepada  berbagai pihak. Pada web  sekolah,  juga  dapat  ditampilkan  iklan program  tersebut  dilengkapi  dengan  berbagai  kegiatan yang  akan  dilaksanakan. Melalui  internet,  semua  pihak dari berbagai belahan dunia akan degan mudah mengakses informasi  program  sekolah  yang  sedang  atau  akan dilaksanakan tersebut.

Intinya  adalah  bahwa  keberadaaan  internet  saat  ini seharusnya dijadikan sebagai salah satu peluang dan kekuatan untuk pengembangan layanan pendidikan yang lebih baik. Lebih khusus, internet merupakan sarana pengembangan proses belajar mengajar  agar  lebih efektif dan efisien. Efektivitas didapatkan melalui  ketersediaan  informasi  yang  dibutuhkan  untuk  proses pembelajaran.  Efisiensi diwujudkan dengan murahnya biaya yang harus dikeluarkan oleh guru dalam mencari informasi. Untuk  itu dunia pendidikan harus terus bergerak  secara dinamis, khususnya untuk menciptakan media, metode, dan materi pendidikan yang semakin interaktif dan komprehensif.
Berbagai metode  itu  tentu  saja  tidak  lepas  dari  peran media  sebagai  sarana  untuk  penyampaiannya. Media  yang sudah lazim tersedia, antara lain buku, majalah, jurnal, koran, tabloid untuk media off line, radio, TV, dan internet sebagai media online. Tanpa menggunakan media  itu, maka  proses  belajar mengajar  tidak dapat berkembang dengan baik, apalagi  jika ingin menciptakan pola penyajian yang  interaktif. Untuk  itu media-media  tersebut akan menjadi sarana yang  tepat untuk digunakan  dan  diaplikasi    oleh  guru  dalam  pelaksanaan tugasnya.
Dengan memperhatikan pengalaman dari beberapa sekolah-sekolah yang sudah memanfaatkan internet, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memiliki pengaruh yang cukup berarti terhadap proses dan hasil pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. TIK  telah memungkinkan  terjadinya  individualisasi,  akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas, dan produktivitas pembelajaran yang pada  gilirannya  akan meningkatkan  kualitas pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Melalui penggunaan TIK setiap guru akan terangsang dan terdorong untuk melakukan fasilitasi dan pembinaan secara berkelanjutan  sesuai  dengan  potensi  dan  kecakapan  yang dimilikinya. Pembelajaran dengan menggunakan TIK menuntut kreativitas diri sehingga memungkinkan mengembangkan   semua potensi yang dimiliki guru dan peserta didik.